PENDAHULUAN
- Umum
Pada saat ini
sebagian besar bangunan yang kiranya lebih baik murah dari pada baja,
tidak memerlukan biaya perawatan seperti baja dan tahan lama, tidak
busuk atau tidak berkarat. Pada umumnya masyarakat akan memilih
beton. Beton merupakan bahan bangunan yang di hasilkan dari campuran
semen portland, pasir, kerikil, dan air beton ini biasanya didalam
praktek dipasang bersama batang baja, sehingga disebut beton
bertulang. Akan tetapi beton yang sepertinya mudah dibuat, bila tidak
dikerjakan atau direncanakan dengan teliti menghasilkan bahan yang
kurang baik atau kurang kuat. Oleh karena itu cara – cara membuat
beton dipelajari dengan baik. Bahan dasar beton yaitu :
- Air
Pengaruh air dalam
adukan beton ialah pembentukan pasta semen yaitu mudah dalam
pengerjaan (workability) adukan, kuat susut dan keawetan beton untuk
waktu yang ditentukan. Perawatan beton untuk menjamin pengerasan
yang sempurna. Air biasa digunakan sebagai bahan dasar pembuatan
beton jika air tersebut tidak boleh mengandung minyak asam, alkali,
garam, bahan organik dan bahan – bahan lain yang dapat merusak
beton maupun tulanganya. Selain itu air tersebut juga harus yang
bersih, tidak berbau, dan tidak keruh.
- Semen portland
Semen portland
merupakan semen hidrolik, artinya bahan yang mengeras bila bereaksi
dengan air. Komponen utama semen portland yaitu batu kapur yang
mengandung CaO, lempung yang mengandung S1
O2
(silika), Al2O3
(alumina), Fe2O3
(oksida besi). Jika semen portland di campur air akan terjadi dua
periode reaksi. Pertama pengikatan yaitu penambahan kekuatan setelah
pengikatan selesai. Tipe atau jenis semen ada 5 yaitu :
- Jenis 1
Jenis 1 disebut pula
PC standar. Jenis semenini digunakan untuk penggunaan umum yang tidak
memerlukan persyaratan khusus, seperti beton yang dibuat pada
lingkungan yang sangat korosif.
- Jenis II
Jenis ini digunakan
untuk bangunan yang menggunakan pembetonan secara masal seperti dam
dan pilar – pilar jembatan. Panas hidrasi tertahan dalam bangunan
untuk jangka waktu lama. Pada saat pendinginan timbul tegangan –
tegangan akibat perubahan panas yang dapat mengakibatkan retak –
retak pada bangunan.
- Jenis III
PC cepat mengeras,
cocok digunakan untuk beton pada suhu rendah. Pada PVC ini mengandung
kadar C3S
dan C3A
sangat tinggi.
- Jenis IV
PC ini menimbulkan
panas hidrasi rendah prosentase maksimum untuk C3S
35%, C3A
3% dan C2S
minmum 40%.
- Jenis V
PC ini tahan
terhadap serangan sulfat mengeluarkan panas.
- Agregat
Agregat merupakan
mineral alami yang berfungsi sebagai bahan pengisi dan mengurangi
penyusutan beton. Agregat menempati ± 70% volume beton. Agregat
batuan terdapat dua golongan, golongan pertama adalah pasir (agregat
halus) dengan ukuran maksimum 4,96 mm (tertahan oleh saringan nomor
4). Pasir yang palin baik dalam pembuatan beton adalah pasir sungai
(kandungan lumpurnya < 5% bisa dikatakan baik), jika pasir laut
sebaiknya tidak digunakan karenamengandung garam yang dapat menyerap
kandungan airdari udara. Ciri – ciri pasir laut yaitu pasir selalu
basah dan pengembangan pada struktur beton. Kedua butir dengan ukuran
butir > 4,76 mm, agregat kasar terbagi menjadi dua yaitu krikil
dan batu pecah. Krikil terjadi desintregasi alami dan pengausan batu
karang/hasil pemecahan gumpalan batu (conglomerate) yang ikatanya
lemah, sedangkan batu pecah diperoleh dengan memecah batu besar. Bila
dicampur menjadi satu akan menghasilkan suatu campuran yang plastis
sehingga dapat dituangkan kedalam cetakan. Semen portland dan air
setelah bertemu akan bereaksi, butir – butir semen portland
bereaksi dengan air akan menjadi gel dalam beberapa hari menjadi
keras dan saling melekat. Agregat (yaitu pasir dan krikil) tidak
mengalami proses kimia melaikan hanya sebagai pengisi saja yaitu
bahan yang diletakan.
- Sifat Beton
Beton yang baik
beton mempunyai kuat tekan tinggi, kuat lekat tinggi, rapat air,
tahan ausan, tahan cuaca (panas, dingin, sinar matahari dan hujan),
susutan pengerasanya kecil, elastisitas dalam keadaan tinggi dan
sebagainya.
Oleh karena itu
umumnya pada pengerjaan beton sederhana misalnya gedung kecil tidak
bertingkat, eton hanya kuat tekannya bisa untuk membedakan
klasifikasinya, misalnya fc = 17 Mpa, fc = 20 Mpa.
- Kekuatan Beton
Sifat paling penting
dari beton pada umumnya ialah kuat tekan. Kuat tekan beton biasanya
berhubungan dengan sifat – sifat lain. Maksudnya bila kuat tekannya
tinggi, sifat – sifat yang lain akan baik. Pengukuran kuat tekan
beton dilakukan dengan mambuat benda uji pada saat pengadukan beton
berlangsung. Benda uji berupa silinder beton ukuran diameter 150 mm
dan tinggi 300 mm, benda uji ini kemudian ditekan sampai pecah. Beban
takan maksimum yang memecahkan itu dibagi dengan luas penampang
silinder dan diperoleh kuat tekan. Nilai kuat tekan dinyatakan dalam
Mpa atau Kg/cm. selain faktor – faktor yang lain tidak begitu
besar, kuat tekan beton juga tergantung pada f.a.s (faktor air semen)
umur beton dan sifat dari agregat.
- Faktor Air Semen (f.a.s)
Faktor air semen
adalah perbandingan antara berat air dan berat semen didalam campuran
adukan beton. Kekuatan beton sangat dipengaruhi oleh f.a.s dan
kekuatan beton dapat ditulis menurut Duff Abrams (1919) aebagai
berikut
Fc= AB.1,5.X
Dengan keterangan
sebagai berikut
Fc = kuat
tekan beton pada umur tertentu
X =
perbandingan antara berat air dengan semen
A dan B = konstanta
- Umur Beton
Kekuatan beton
beretambah tinggi dengan bertambahnya umur. Kenaikan beton mula –
mula cepat, akan tetapi makin lama laju kenaikan beton itu makin
lambat. Oleh karena itu, sebagai standar kekuatan sudah ditetapkan
umur beton selama 28 hari. Bila karena suatu hal (misalnya tergesah –
gesah) ingin mengetahui beton pada umur kurang dari 28 hari, boleh
dilakukan pengujian kuat tekan beton pada umur 7 hari misalny maka
hasilnya dibagi dengan faktor tertentu untuk mendapatkan perkiraan
kuat tekan beton pada umur 28 hari.
- Pengaruh Agregat
Pengaruh agregat
terhadap kekuatan beton terutama ialah bentuk, tekstur permukaan, dan
ukuran maksimumnya. Pengaruh kekuatan agregat sendiri terhadap kuat
tekan beton tidak begitu besar, karena umunya kekuatan agregat lebih
tinggi dari kekuatan pasta semennya kecuali pada beton dengan agregat
ringan atau beton dengan kuat tekan tinggi.
Penggunaan ukuran
butir maksimum agregat dipengaruhi oleh kuat tekan beton dengan
berbagai cara. Jika dipakai ukuran agregat maksimum lebih besar maka
luas permukaan butir lebih kecil, sehingga letakan antara pasta dan
permukaan agregat lebih lemah, akibatnya kekuatan beton lebih rendah.
Lagi pula butir agregat yang besar menyebabkan tertahanya proses
susutan pada pastanya, yang berarti menimbulkan adanya tegangan
internal dalam pasta, sehingga mengurangi kekuatan betonya. Pada
struktur betonnya yang ringan umunya dipakai ukuran agregat maksimum
40 mm, namun beton dengan mutu lebih tinggi dipakai ukuran maksimum
20 mm.
- Kuat Tekan Beton Yang Di Isyarakan
Kuat tekan beton
pada umumnya merupakan faktor penting dalam hitungan rancangan
kekuatan struktur. Misalnya untuk menghitung kekuatan balok jembatan
terhadap beban kendaraan yang lewat. Kuat tekan beton yang
diisyaratkan, misalnya fc’ 17 Mpa, 20 Mpa, 30 Mpa. Mengiatkan
resiko yang terjadi jika syarat itu tidak dipenuhi, maka orang tidak
akan berani membuat beton dengan kuat tekan yang diisyarakan. Hal ini
disebabkan karena kuat tekan betonyang diperoleh tidak dapat tetap,
melainkan selalu berfariasi (naik turun). Menurut pengalaman, kuat
tekan beton dalam suatu proyek bangunan berfariasi menurut distribusi
normal sebagaimana terlihat pada gambar. Menurut ilmu statika, kurva
distribusi normal tersebut menyebar dari titik nol sampai tak
terhingga. Sehingga tidak ada nilai maksimum yang dapat ditetapkan.
Oleh karena itu
definisi fc’ = 20 Mpa tidak boleh ditulis beton dengan kuat tekan
minimmum 20 Mpa, karena kemungkuinan terjadi nilai kuat tekan dibawah
nilai kuat tekan minimmum tersebut selalu ada. Dalam pedoman beton
agar tidak menyalahi ilmu statistika maka kuat tekan beton minimum 20
Mpa tersebut ditulis dengan kata – kata kuat tekan beton yang
diisyaratkan f’c 20 Mpa dan didefinisikan sebagai beton dengan
kualitas sedemikian hingga jika diambil contohnya dalam jumlah yang
banyak, kemungkinan kuat tekan pada benda ujinya yang dibawah kuat
tekan karakteristik tersebut hanya banyak 5%. Perlu diingatkan disini
bahwa istilah kemungkinan menurut ilmu statistika bukanlah angka
pasti. Karena dalam suatu angka pengerjaan beton penyebaran hasil
kuat tekanya tidak selalu berupa kurva distribusi normal yang baik,
oleh karenanya 5% itu tidak betul jika dipakai untuk mengevaluasi
hasil suatu pekerjaan beton. Nilai statistika sebesar 5% tersebut
hanya dipakai dalam perhitungan perancangan campuran adukan beton
saja, sebagai pedoman kasar dalam menetapkan nilai rata – rata kuat
tekan beton yang ditargetkan atau dirancang.
F’c = f max
fc
F’c = f min
1,64 sd
- Pengendalian Kualitas
Untuk memperoleh
kualitas beton sesuai dengan kuat tekan yang diisyaratkan maka kita
tidak akan dapat membuat beton yang kuat tekan rata – rata sama
dengan yang diisyaratkan. Oleh karena itu kuat tekan rata – rata
beton yang kita buat harus sedikit diatas dari kuat tekan yang
diisyaratkan. Walaupun menurut perhitungan tampaknya beton yang
dibuat sudah ideal, artinya disatu sisi dapat memenuhi persyaratan
dan disisi lain tidak terlalu mahal, namun kontrol terhadap kualitas
beton yang benar – benar dibuat di lapangan selama pekerjaan
membuat beton berlangsung harus selalu dilakukan pengujian terhadap
contoh beton yang diambil dari adukan beton yang dibuat sebelum
dituang harus berbentuk ssilinder (diameter 150 mm dan tingi 300 mm),
namun jika tidak ada cetakan silinder boleh dibuat dengan bentuk
kubus sisi 150 mm. cara – cara pengambilan contoh, pembuatan,
perawatan, harus dilakukan secara cepat tepat.
BAB
II
PELAKSANAAN
PERCOBAAN
- Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir
Pasir yang
mengandung kadar lumpur yang banyak akan mengandung atau menghasilkan
beton yang kualitasnya rendah. Karena akan mengurangi daya ikat
antara bahan pengisi beton. Jika kandungan lumpur dalam pasir yang
sudah dikocok dan dioven mencapai kurang dari 5% maka pasir tersebut
bisa dikatakan baik dan jika lebih dari 5% maka kandungan lumpur
harus dijadikan kurang dari 5% dengan cara mencuci atau diayak dengan
ayakan ukuran 0,3 pasir yang digunakan dalam pengujian ini adalah
pasir yang berasal dari sungai.
- Tujuan Percobaan
Menentukan
kandungan lumpur dalam air.
- Bahan – bahan percobaan
- Pasir kering tungku, berat 100gr
- Air bersih dari sumur atau PDAM
- Alat – alat yang digunakan
- Gelas ukur ukuran 1000cc
- Timbangan dengan ketelitian halus
- Oven suhu dibuat antara 1050-1100 C
- Piring alumunium
- Desikator (alat pendingin
- Pelaksanaan percobaan
- Gelas ukur diisi pasir yang sudah dikeringkan dalam oven sebanyak 100gr, kemudian diisi air setinggi ±12 cm dari permukaan pasir, dikocok selama ±1 menit kemudian didiamkan selama ±1 menit supaya pasir turun/mengendap. Air dalam gelas dibuang, bila air masih keruh, diberi air lagi dan dikocok. Demikian seterusnya hingga 5 kali ganti air (sampai air sudah jernih).
- Pasir dikeluarkan dari gelas ukur dan diletakan kedalam piring yang telah ditimbang bertnya, kemudian diangin – anginkan.
- Setelah pasir agak kering, dimasukan kedalam oven yang suhunya dibuat antara 1050- 1100C selam 36jam. Pasir beserta piring kemudian dimasukan desikator (pendingin) selama 1jam, kemudian ditimbang.
- Hasil percobaan
- Bahan – bahan yang dipakai
- Pasir kering tungku asal sungai dengan berat 100gr
- Air jernih berasal dari PDAM
- Alat –alat yang digunakan
- Gelas ukur ukuran 1000cc
- Timbangan halus
- Oven, suhu dibuat 1050 - 1100C
Air mencapai
kejernihan setelah 6 kali pengocokan
- Piring alumunium
- Desikator, setelah di keluarkan dari desikator pasir kemudian ditimbang.
Hitungan :
Berat pasir mula –
mula = 100 gram
Berat pasir + piring
setelah keluar dari oven = 172,52 gram
Berat piring kosong
= 79,06 gram
Berat pasir
setelah keluar oven = 93,46 gram
Kandungan lumpur =
100 – 93.46100
x 100%
= 6,54 %
- Percobaan Campuran Adukan Beton
Kekentalan (
konsistensi ) adukan beton sangat tergantung pada berbagai hal,
antara lain jumlah dan jenis semen, nilai faktor air semen, jenis dan
susunan butir dari agregat serta penggunaan bahan – bahan pembantu.
Kekentalan campuran
beton dalam praktek sering menimbulkan perbedaan pendapat. Apakah
campuran tersebut cukup kental atau sangat encer. Agar perbedaan
pendapat itu menjadi suatu kesepakatan maka dilaksanakan suatu
pengujian dengan sample untuk menilai kekentalan suatu campuran
beton, pengujian ini disebut pengujian slump.
- Tujuan percobaan
Menentukan campuran
adukan beton untuk mutu beton yang direncanakan dengan nilai slump
tertentu.
- Bahan – bahan
- Semen
- Pasir
- Split
- Air bersih (sumur/ledeng)
- Alat – alat yang digunakan
- Untuk menentukan SSD pasir
- Corong kerucut kecil, diameter atas 1,5”diameter 3,5”dan tinggi 3”
- Alat tumbuk berat 343,5 gram
- Untuk mencetak beton
- Cetakan kubus p=15cm ,l=15cm,t=15cm dan berat=8,1kg
- Untuk membuat semen
- Alat lumat
- Tempat pasta semen
- Cetok
- Pelaksanaan
- Pasir dan split dibuat SSD dengan cara
- Pasir dan split direndam selama 24 jam, supaya jenuh air
- Permukaan split dibersihkan
- Semen portland,pasir dan split ditimbang sesuai dengan kebutuhannya (yang telah dihitung dalam rancangan adukan), air disiapkan sesuai dengan faktor air semen (f.a.s) nya.
- Bahan campur kering (pasir,split,semen) dicampur sampai merata.
- Ditambahkan air sedikit,lalu diaduk sampai plastis.
- Dikontrol nilai Slumpnya dengan cara:
- Adukan beton plastis dimasukkan kedalam kerucut Abrams hingga ± 1/3 tinggi kerucut, lalu ditumbuk dengan alat penumbuk sebanyak ± 25 kali.
- Adukan beton ditambah hingga mencapai 2/3 tinggi kerucut, ditumbuk ± 25 kali. Kemudian kerucut diisi hingga penuh, ditusuk seperti halnya diatas. Diisi lagi sampai permukaannya rata setinggi kerucut.
- Sisa – sisa beton disekitar kerucut dibersihkan, kerucut diangkat vertikal perlahan adukan beton mengalami penurunan.
- Penurunan permukaan beton diukur dari puncak kerucut besarnya penurunan lebih kurang sama dengan nilai slump yang dikehendaki.
- Silinder dan kubus yang berisi adukan beton masing – masing ditimbang (sebelumnya silinder dan kubus kosong ditimbang terlebih dahulu).
- Maka beton dalam kubus dilapisi dengan pasta semen dan kemudian dilapisi minyak pelumas.
- Setelah lebih kurang 24 jam, beton dikeluarkankan dari cetakan dan disimpan dalam udara lembab atau dalam air.
- Setelah berumur 28 hari beton diuji kekuatan tekannya dengan alat tekan beton.
- Hasil percobaan
- Bahan – bahan yang dipakai :
- Semen Portland, berat : 312,5 kg/m3= C
- Pasir asal sungai, berat : 541,2441 kg/m3= D
- Krecak/krikil, berat : 1347,25 kg/m3= E
- Air asal PDAM, volume : 800 ml
- Perbandindingan volume : PC : PS : KR = C/C : D/C : E/C
- Perbandingan berat : 1 : 1,731 : 4,31
Jumlah =
1+1,731+4.31
= 7.04
- Alat – alat yang digunakan :
- Corong kerucut Abrams dengan diameter atas 10 cm, diameter dibawah 20 cm dan tingginya 30 cm.
- Alat penumbuk dengan diameter 16 mm dan panjang 60 cm.
- Cetok dan tempat mengaduk.
- Hasil :
Nilai slump = 10 cm,
faktor air semen (f.a.s) = 0,6
- Pengujian Kuat Desak Beton
- Tujuan percobaan
Menetapkan kuat
desak beton dengan mesin desak dan berat tiap meter kubik beton.
- Benda uji dan alat – alat
- Beton kubus
- Alat desak beton
- Kaliper
- Timbangan
- Pelaksanaan
- Satu persatu benda diuji tekanannya dengan mesin desak
- Pembebanan dihentikan apabila jarum pada mesin kembali ke nol
- Hasil percobaan
- Jenis/asal bahan susun
- Tanggal pembuatan : 14 – 12 – 2009
- Tanggal pengujian : 11 – 01 – 2010
- Mesin yang dipakai
- Ukuran Kubus rata – rata ditengah :0,75
- Tinggi kubus :15
- Berat Kubus :10 kg
- Berat jenis Kubus :2400 kg/m3
- Umur : 28 hari
- Beban maksimum hasil bacaan mesin :
- Kekuatan perkiraan pada 28 hari :
- Hasil percobaan
- Umur beton (hari)37142128Semen biasaSemen kekuatan awal tinggi
BAB
III
ANALISIS
PERCOBAAN
- Analisa Percobaan Kandungan Dalam Lumpur
- Berat pasir mula – mula = 100 gram
- Berat pasir + piring setelah dioven = 172,52 gram…..(a)
- Berat piring kosong = 79,06 gram………(b)
- Berat pasir = a – b
= 172,52 gr –
79,06 gr
= 93,46
gram………(c)
- Kandungan lumpur = 100-C100 × 100 %
=100-93,46100
× 100 %
= 6,54 %
- Karena kandungan dalam pasir mencapai 6,54 % maka pasir tersebut dapat dikatakan kurang baik sehingga harus dilakukan pencucian agar kandungan lumpur dalam pasair tidak lebih dari 5 %.
No
|
Uraian
|
Tabel
Grafik / perhitungan
|
Nilai
|
1
|
Kuat
tekan karakterisitiks
|
Ditetapkan
|
25
N/mm3(28hari)
|
2
|
Devisiasi
standar ( s )
|
Ditentukan
tabel 1 (lamp) atau PBI 71
Tabel
4.5.1
|
6,5
N/mm3
|
3
|
Nilai
tambah ( Margin )
|
1,64
× σ
|
10,66
N/mm3
|
4
|
Kuat
tekan rata – rata yang hendak dicapai
|
(PBI
71 NI-2)
|
35,66
N/mm3
|
5
|
Jenis
semen
|
Ditetapkan
|
S
475/biasa
|
6
|
jenis
agregat - Kasar
-
Halus
|
Ditetapkan
Ditetapkan
|
Batu
pecah
alami
|
7
|
faktor
air semen bebas
|
Tabel
2 lamp & Grafik lamp.
|
0,56
|
8
|
Faktor
air semen maksimium
|
Tabel
3 lamp atau PBI 71 NI-2 tabel 4.3.4
|
0,6
|
9
|
Slump
|
Ditetapkan
tabel 4 lamp atau PBI 71 NI-2 tabel 4.4.1
|
100
mm
|
10
|
Diameter
agregat maksimum
|
Ditetapkan
atau
PBI 71
|
40
mm
|
11
|
Kadar
air bebas
|
Tabel
5 lamp
175
: 0,56
|
175
kg/m3
|
12
|
Kadar
semen
|
(11)
: (7)
|
321,5
kg/m3
|
13
|
Kadar
semen minimum
|
Tqbel
3 lqmp. atau PBI 71 tabel 4.3.4
|
275
kg/m3
|
14
|
Faktor
air semen yang disesuaikan
|
Dipilih
dari langkah 12 dan 13 yang paling besar nilainya.
|
312,5
kg/m3
|
15
|
Susunan
besar butir agregat halus
|
Grafik
3.a – grafik 3.c
|
Zona
2
|
16
|
Persen
bahan lebih halus 4,8 mm
|
Tabel
7 lamp
|
28,66%
|
17
|
Persen
Krikil
|
Tabel
7 lamp
|
1,3%
|
18
|
Brrat
jenis relatif agregat ( kering permukaan )
|
Dihitung
|
2,6
|
19
|
berat
jenis beton
|
Grafik
2 lamp
|
2376
kg/m3
|
20
|
Kadar
Agregat gabungan
|
(19)
– (12) – (11)
|
1888,5
kg/m3
|
21
|
Kadar
Agregat hakus
|
(16)
– (20)
|
541,2441
kg/m3
|
22
|
Kadar
Agregat kasar
|
(20)
– (21)
|
1347,25
kg/m3
|
- Analisa Percobaan Pengujian Kuat Desak Beton
- Untuk 1 m3 beton (berta betonnya 10 kg) dibutuhkan perbandingan berat antara semen, pasir dan kerikil, yaitu :
Semen (C) :
pasir (D) : kerikil (E)
312,5 kg/m3
541,2441 kg/m3
1347,25 kg/m3
- PC : PS : KR
- C/C : D/C : E/C
312,5312,5
: 541,2441312,5
: 1347,25312,5
1 : 1,731 : 4,31
Jumlah = 1 + 1,731 +
4,31
= 7,04
Untuk
berat masing – masing agregat
- Semen = [11+1,731+4,31]×10kg
=
[17,04]×
10kg
=
1,42 kg
- Pasir = [1,7311+1,731+4,31]× 10kg
=[1,7317,04]×
10kg
=2,45
kg
- Kerikil = [4,311+1,731+4,31]× 10kg
=[4,317,04]×
10kg
=
6,12 kg
- Air = f.a.s × berat semen
=
0,56 × 1,42
=
0,79 liter
BAB IV
KESIMPULAN
Dalam hasil
percobaan maka kami dapat sampaikan beberapa kesimpulan hal yaitu,
sebagai berikut :
- Dalam campuran beton, agregat (pasir, kerikil) harus dalam keadaan SSD agar agregat tidak menyerap air campuran, sehingga faktor air semen (f.a.s) tidak berpengaruh.
- Jika selisih tinggi pasir, kerikil pada pengujian SSD kurang dari ¼ tingi kerucut, maka pasir atau kerikil dalam keadaan basah/terlalu basah sehingga bila ditambah air pada adukan tersebut dapat menjadikan adukan bertambah encer. Hal ini kurang baik dilaksanakan karena pasir akan mengendap dan terpisah dari pastanya yang menyebabkan daya ikatantara bahan – bahan kurang kuat.
- Jika selisih tingi pasir, kerikil pada pengujian SSD kurang dari 1/3 tinggi kerucut, berarti bahan bantuan terlalu kering sehingga dapat menghisap air, akibatnya adukan beton terlalu kental. Hal ini kurang baik karena dalam proses pembentukan beton dibutuhkan air yang labih banyak.
- Kandungan lumpur terhadap pasir akan mempengaruhi daya rekat semen terhadap agregat.
- Apabila dikoreksi dengan syarat ayakan PBI 71 maka pasir tersebut memenuhi syarat.
- Air untuk membuat beton dan perawatan beton bertulang harus terhindar dari bahan atau senyawa kimia yang dapat merusak beton maupun tulangan.
- Perbandingan berat air, semen, pasir berat kerikil perlu diperhatikan pada saat pembuatan beton karena (f.a.s) sangat berpengaruh terhadap sifat – sifat beton.
TUGAS
PRAKTIKUM
TEKNIK
BAHAN KONSTRUKSI
Laporan
Ini Di Susun Untuk Memenuhi
Tugas
Praktikum Teknik Bahan Konstruksi
Pengampu
:
ARIF
KURNIAWAN SUKMONO, ST. MT
Disusun
Oleh :
Nama
: TRI BAGUS WIDODO
Nim
: 0603010003
FAKULTAS
TEKNIK
PROGRAM
STUDI TEKNIK SIPIL
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
2010
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH PURWOKERTO
FAKULTAS
TEKNIK
Jl.
Raya Dukuhwaluh PO Box 202 Purwokerto 53182
Tlp.
(0281) 636751, 630463 Pesawat 130, Fax (0281) 637239
LEMBAR
ASISTENSI
Diberikan
kepada,
Nama
mahasiswa : Tri Bagus Widodo
Nim :
0603010003
Hari/Tanggal
|
Keterangan
|
Paraf
|
Purwokerto,
Januari 2010
Arif Kurniawan
Sukmono, ST.
LEMBAR
PENGESAHAN
LAPORAN
PRAKTIKUM
TEKNIK
BAHAN KONSTRUKSI
Dengan ini
menyatakan bahwa laporan praktikum irigasi yang disusun oleh:
Nama
: Tri Bagus Widodo
Nim :
0603010003
Jur/Prodi :
Teknik Sipil
Fakultas
: Teknik
Telah
telah disetujui dan telah memenuhi syarat untuk digunakan dalam
melaksanakan laporan praktikum irigasi dan bangunan air ini.
Purwokerto,
Januari 2010
Diperiksa oleh
Pembimbing
Arif Kurniawan
Sukmono, ST.
KATA PENGANTAR
Syukur
alkhamdulilah kami panjatkan kehadirat allah SWT, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan
laporan praktikum Teknik Bahan Konstruksi yang telah kami laksanakan
melalui bimbingan dan pembelajaran dari pengampu bersangkutan.
Setelah kami
melaksanakan dan menyelesaikan praktikum Teknik Bahan Konstruksi yang
meliputi pemeriksaan kandungan lumpur dalam pasir, analisa saringan,
percobaan campuran adukan beton, pengujian Slump, maka kami dapat
menyusun laporan praktikum tersebut meskipun dengan keterbatasan –
keterbatasan yang ada.
Dalam penyusunan
laporan ini, kami banyak mendapatkan bantuan, kerja sama dan dukungan
dari berbagai pihak, oleh karena itu kami sampaikan trimakasih kepada
:
- Bpk Arif Kurniawan Sukomo, ST. Selaku dosen pengampu, pembimbing, dosen praktikum Teknik Bahan Konstruksi.
- Bpk Lili selaku pembimbing didalam pengerjaan, penyelesaian praktikum teknik bahan konstruksi.
- Semua pihak yang telah membantu dalam menyusun laporan ini, semoga allah SWT memberikan taufik dan hidayahNya kepada kita semua. Dikarenakan keterbatasan kami, mungkin laporan ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangannya. Untuk itu kami selaku penulis mohon maaf yang sebesar – besarnya dan kami mohon kritik dan saran yang dapat membangun atau memperbaikinya supaya lebih baik lagi menyusun laporan praktikum kedepannya.
Purwokerto, 10
Januari 2010
Penyusun
DAFTAR ISI
Halaman
Judu i
Lembar
Asistensi ii
Lembar
Pengesahan………………………………………………………………..
iii
Kata
Pengantar iv
Daftar
Isi v
BAB
I PENDAHULUAN
- Umum 1
- Sifat Beton 3
- Kuat Tekan Beton 4
- Kuat Tekan Beton Yang Di Isyaratkan 6
- Pengendalian Kualitas 7
BAB
II PELAKSAAN PERCOBAAN
- Pemeriksaan Kandungan Lumpur Dalam Pasir 8
- Percobaan Campuran Adukan 10
BAB
III ANALISIS PERCOBAAN
- Analisis Percobaan Kandungan Dalam Lumpur 14
- Analisa Percobaan Pengujian Kuat Desak 16
BAB
IV KESIMPULAN 17
Lampiran
- lampiran
LAMPIRAN
- LAMPIRAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar